Pelantikan PW Fatayat NU Jateng Masa Khidmat 2016-2021

Semarang, fatayatnujateng.com – Selama dua hari terhitung mulai 25-26 Maret 2017 Pengurus Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah mengadakan Pelantikan pengurus baru masa khidmat 2016 – 2021. Selain Pelantikan, agenda lain yang mengiringi adalah Rapat Kerja Wilayah (Ra
kerwil), Launching www.fatayatnujateng.com, Seminar Digital Parenting, dan Fatayat Expo yang memamerkan produk-produk hasil kreativitas kader-kader Fatayat di seluruh cabang di Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir dalam pembukaan acara tersebut memberikan apresiasi atas dilantiknya pengurus Fatayat yang baru dan menyampaikan harapan bahwa PW Fatayat NU Jateng dapat selalu bersinergi dengan pemerintah untuk menangani permasalahan-permasalahan yang selama ini masih belum terselesaikan, seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), angka kematian ibu melahirkan yang masih tinggi, kekerasan terhadap perempuan dan anak, kemiskinan, dan lainnya.

“Tema Pelantikan dan Rakerwil kali ini adalah Meneguhkan Aswaja Fokus Berkarya, Menuju Fatayat Berdaya dan Berjaya. Ini sangat pas dengan visi misi pemerintah Jawa Tengah saat ini. Saya berharap betul Fatayat bisa bersinergi dengan kita untuk menangani KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), menekan angka kematian ibu melahirkan, menekan angka kematian bayi, menekan kemiskinan, dan kalau Fatayat punya binaan-binaan lembaga ekonomi kita bisa kasih pendampingan.” Ungkapnya menjelaskan.

Selain Gubernur Jawa Tengah, hadir dalam pelantikan tersebut Muh. Zen Adv anggota komisi E DPRD Jateng. Ia menyampaikan bahwa Fatayat memiliki peran yang sangat strategis dalam konteks membangun karakter bangsa di semua bidang kemasyarakatan.

“Saya kira peran Fatayat sangat penting dan strategis, mulai dari sosial, hukum, perempuan, anak, dan lain sebagainya. Kita harus terus mendorong agar ke depan Fatayat lebih membumi, lebih giat dalam melakukan pemberdayaan masyarakat, memberikan advokasi, memberikan pendidikan politik, sosial dan ekonomi.” Terangnya.

Ia juga menambahkan pentingnya membangun jejaring (networking) kepada simpul-simpul (tokoh, red.) masyarakat agar program Fatayat lebih tepat sasaran.

“Penting bagi Fatayat untuk terus membangun networking agar kegiatannya tepat sasaran. Semisal dalam isu pendidikan, kita harus paham betul masalahnya dari guru, dari siswa, dari wali murid, agar yang dilakukan juga tepat.” Imbuhnya.

Dengan banyaknya permasalahan sosial yang ada, sudah barang tentu tantangan Fatayat sangatlah besar. Hal ini disadari oleh Ketua PW Fatayat NU Jateng, Hj. Tazkiyyatul Muthmainnah, S.Km yang dalam sambutannya mengajak para pengurus Fatayat pada khususnya dan para kader Fatayat pada umumnya untuk menjadikan Fatayat lebih dekat ke masyarakat.
“Mari jadikan fatayat menjadi lebih dekat dengan masyarakat, lebih hebat dan mampu menjawab kebutuhan umat. Kita berharap Fatayat bisa menjadi organisasi favorit bagi perempuan-perempuan muda di Indonesia.” Pungkasnya.

(Rofi).