Semarang, fatayatnujateng.com – Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Jateng, Selasa (28/2/17) melakukan audiensi dengan kepala Kesbangpol dan Linmas Provinsi Jawa Tengah, yang diwakili oleh Kepala Sub Bidang Ketahanan Seni dan Budaya, Agama dan Kemasyarakatan Prayitna Suyatma, S.H.
Ketua PW Fatayat NU Jateng Hj. Tazkiyyatul Mutmainnah mengatakan bahwa kunjungan pengurus PW Fatayat NU Jateng ke kantor Kesbangpol dan Linmas merupakan ta’aruf atau perkenalan pengurus baru masa khidmat 2016-2021.
Dalam kesempatan tersebut perempuan yang akrab disapa Iin ini menjelaskan bidang-bidang apa saja yang ada di dalam organisasi Fatayat dan bagaimana kiprah Fatayat selama ini.
“Selama ini organisasi NU dikenal sebagai penjaga gawang NKRI, adapun Fatayat adalah bagian tak terpisahkan dari NU itu sendiri. Fatayat memiliki basis massa cukup besar di tataran grassroot, jumlahnya mencapai 5831 ranting. Jumlah yang tidak sedikit ini harapan kami bisa mewarnai dan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat, ini tentu saja sejalan dengan apa yang dilakukan Kesbangpol dan Linmas selama ini” terang perempuan asal Blora ini.
Sementara itu Kepala Sub Bidang Ketahanan Seni dan Budaya, Agama dan Kemasyarakatan Prayitna Suyatma, S.H. menyambut baik kehadiran Pengurus Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah. Ia sangat mendukung program kegiatan PW Fatayat NU Jateng dan sebagai wakil dari pemerintah siap bekerjasama dengan Fatayat dalam mengatasi masalah-masalah sosial dan agama yang saat ini sedang marak terjadi.
“Kami menyambut baik apa yang telah menjadi program Fatayat selama ini. Semoga silahturahmi ini dapat meningkatkan hubungan kerjasama lebih baik lagi. Insyaallah kami siap bekerjasama karena dalam beberapa hal memang visi kita sama, diantaranya soal menjaga keutuhan NKRI dan menjaga harmonisasi serta kerukunan umat beragama.” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prayitna Suyatma, S.H. juga mendorong Fatayat untuk melakukan penguatan lembaga, terutama masalah administrasi dan kelengkapan dokumen organisasi.
“Kelengkapan dokumen organisasi ini penting untuk pendataan dan kelengkapan pelaksanaan program,” imbuhnya.
(Rofi-Nisa).