Jakarta, fatayatnujateng.com (sumber: NU Online)
Salah satu tantangan berat yang dihadapi Kabupaten Jepara dalam pencanangan menjadi daerah wisata adalah berserakannya sampah-sampah nonorganik yang menyebar di tempat-tempat tujuan wisata.
Mengantisipasi persoalan tersebut, LPBI dan PC Fatayat NU Kabupaten Jepara menggelar kegitan “Pelatihan Ekobrick” pada Ahad (12/3) di Gedung PCNU Jepara, Jl. Pemuda 51 Jepara.
Perlatihan bertema “Menumbuhkan dan Menggali Kreativitas Perempuan dalam Eksistensinya Memerangi Sampah Plastik” menghadirkan mentor tim Ekobrick LPBI NU Jepara. Sebanyak 200 orang terlibat dalam kegiatan ini, mereka berasal dari PAC dan Pengurus Ranting Fatayat NU se-Kabupaten Jepara.
Wakil Ketua PCNU Jepara H Hisyam Zamroni berharap warga nahdliyyin di Kabuptaen Jepara siap menghadapi tantangan global khususnya dalam bidang pariwisata.
“Kegiatan ini sangat penting dalam menghadapi tantangan global di bidang pariwisata. Karena bidang tersebut memerlukan kesiapan dan kekuatan budaya, sosial, ekonomi, lingkungan hidup khususnya tata kelola lingkungan melalui bentuk ekobrick ini,” kata Hisyam kepada NU Online melalui wawancara tertulis.
Dalam pelatihan tersebut juga dilakukan praktik ekobrick yang berdaya guna, di antaranya pembuatan souvenir, perabotan rumah tangga, dan berbagai barang hiasan.
Ketua PAC Fatayat Kecamatan Keling mengungkapkan, setelah mengikuti pelatihan, PAC Fatayat Keling akan melatih Pengurus Ranting Fatayat desa sekitar.
“Agar anggota Fatayat mampu memanfaatkan sampah nonorganik menjadi souvenir untuk dijual kepad para wisatawan di lokasi wisata Benteng Portugis dan panorama indah Tempur. Lokasi tersebut dekat dengan Kecamatan Keling,” kata Wahyuni.
Selain Benteng Portugis dan Tempur, di Kabupaten Jepara terdapat sejumlah lokasi wisata lainnya, seperti Kepulauan Karimunjawa, Pantai Kartini, air terjun Songgo Langit. (Kendi Setiawan/Fathoni)