Gunakan Media Sosial untuk Menyebarkan Ide-Ide, Bukan Selfie …

0
674

Semarang. FatayatNU – Jurnalis Koran Tempo Rofiuddin mengatakan, media sosial sebaiknya digunakan untuk menyebarkan ide-ide kreatif dan kritis yang mencerdaskan masyarakat.

Dewasa ini ia melihat penggunaan media sosial sudah tidak sehat lantaran banyak diisi dengan ujaran kebencian dan hal-hal remeh temeh seperti swafoto yang berlebihan.

Hal itu dikatakan Rofiuddin saat menjadi pemateri dalam “Pelatihan Jurnalistik” bagi pengurus Fatayat NU Jawa Tengah di Kantor PWNU Jawa Tengah, Sabtu (13/5/2017).

“Maka gunakan media sosial yang kita miliki, facebook, twitter, untuk menyebarkan ide-ide di sekitar kita, kritik terhadap kondisi sosial dan lain-lain, bukan selfie,” kata Rofiuddin.

Rofiuddin yang juga Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah ( KPID) Jawa Tengah ini dalam kesempatan tersebut memaparkan beberapa materi antara lain mengenai jenis-jenis tulisan, inspirasi membuat tulisan, sumber bahan tulisan, dan cara menganalisis sebuah fakta agar menghasilkan tulisan yang baik.

“Harus ada kemauan dari dalam diri sendiri untuk menulis. Organisasi dapat terlihat besar, salah satu adalah karena tulisan-tulisannya, ide-ide nya di media,” tandasnya.

Sementara itu ketua Fatayat Jawa Tengah Hj.Tazkiyyatul Muthmainnah dalam sambutannya mengatakan, era digital membuka peluang bagi siapa saja untuk bisa menulis informasi melalui sejumlah kanal media sosial seperti facebook , twitter, maupun website pribadi.

Potensi ini dilihat oleh Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama Jawa Tengah sebagai tantangan agar para pengurusnya mempunyai kapasitas yang mumpuni dalam membuat dan mengelola tulisan yang baik.

“Saya berharap para pengurus bisa membuat tulisan, terutama untuk website fatayat sendiri, syukur-syukur bisa menulis di media-media mainstream,” kata Iin.