Tanya :
Assalamu’alaikum wr wb
Ibu….nama saya Flora, dengan berbagai alasan saya menikah sirri dengan suami saya, awalnya suami saya berjanji akan memproses ijin poligami atau menceraikan istrinya, namun janji hanyalah janji dan pada akhirnya saya hamil dan akan segera melahirkan. Bagaimana saya bisa mengurus akta kelahiran anak saya nanti, karena untuk sekolah dan hal-hal penting lainnya membutuhkan akta kelahiran tersebut sedangkan saya tidak mempunyai surat nikah? Mohon bantuannya….terimakasih.
Salam
Flora di suatu kota di Jawa Tengah

Jawab :
Wa’alaikumussalam wr wb
Mba Flora yang baik….
Perkawinan secara agama/sirri dianggap sah, namun jika tidak dilakukan pencatatan secara sah berdasarkan Undang-Undang yang berlaku maka perkawinan tersebut tidak memiliki kekuatan hukum dan karenanya dianggap tidak pernah ada dalam catatan negara atau dengan kata lain perkawinan tersebut tidak diakui oleh negara. Sebagaimana diatur UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 2 ayat (1) menyebutkan bahwa : “perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu”.
Selanjutnya bahwa ada kewajiban untuk setiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perkawinan dicatatkan guna mendapatkan akta perkawinan yang merupakan bukti telah terjadinya perkawinan, bukan menentukan sah tidaknya perkawinan. Tidak adanya bukti perkawinan tersebut yang mengakibatkan anak maupun istri dari perkawinan sirri tidak memiliki status hukum (legalitas) dihadapan negara.
Konsekuensinya, anak yang lahir dari perkawinan itu merupakan anak luar kawin. Akibatnya, anak yang dilahirkan diluar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya. Tata cara mengurus akta kelahirannya sama dengan cara mengurus akta kelahiran pada umumnya. Hanya tidak ada nama ayah di akta kelahiran anak tersebut, yang ada hanya ibunya.
Syarat membuat akta kelahiran umumnya adalah :
a. Surat kelahiran dari dokter/bidan/penolong kelahiran.
b. Nama dan identitas saksi kelahiran
c. KTP ibu
d. Kartu Keluarga ibu
e. Kutipan akta nikah/akta perkawinan orangtua
Tidak adanya kutipan akta nikah/akta perkawinan orangtua, pencatatan akta kelahiran tetap dilaksanakan.
Tata caranya :
1. Apabila pencatatan hendak dilakukan ditempat domisili ibu si anak, Pemohon mengisi Formulir Surat Keterangan kelahiran dengan membawa syarat-syarat tersebut diatas kepada petugas registrasi di kantor desa atau kelurahan dan selanjutnya ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
2. Apabila pencatatan dilakukan diluar domisili ibu sianak, pemohon mengisi formulir surat keterangan kelahiran dengan menyerahkan surat kelahiran dokter, bidan atau penolong kelahiran dan menunjukkan KTP ibunya kepada pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
Demikian jawaban kami mba Flora, semoga bermanfaat.

Atatin Malihah
Ketua IV PWFNU Jateng & Advokat