Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menganggarkan dana Rp 5 miliar rupiah kepada organisasi perempuan Fatayat NU untuk membantu memajukan dan membangun desa.

“Bisa anggaran Rp 5 miliar, salah satu programnya Fatayat. Fatayat NU menjadi salah satu komponen bangsa yang besar juga, apalagi komitmennya membantu masyarakat desa,” ujar Mendes Eko Putro Sandjojo dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (29/4/2018).

Dirinya meminta agar ibu-ibu yang tergabung dalam Fatayat NUĀ itu dapat melakukan pendampingan untuk pengelolaan dana desa dan pembangunan desa.

“Jadi kita (Kemendes) bantu untuk membuat pelatihan-pelatihanya buat Fatayat untuk menjadi Trainer for the trainer untuk membantu agar Fatayat bisa memberikan pelatihan,” tuturnya.

Eko menjelaskan ada beberapa jenis pelatihan yang akan dberikan kepada ibu-ibu Fatayat sebelum melakukan pendampingan.

“Membangun desa-desa wisata, untuk membuat budidaya hidroponik. Saya minta Fatayat bisa diberikan pelatihan untuk bisa ternak ayam, tentu kita juga ada program tiap satu halaman kita kasih satu tanaman duren dan rambutan, jadi bisa mengelola prukades (produk unggulan kawasan pedesaan),” jelasnya.

“Fatayat sudah siap untuk menjadi fasilitator daripada Kemendes,” lanjutnya.

Selain Fatayat NU, ujar Mendes Eko, Kemendes juga menganggarkan program pelatihan pendampingan pada semua komponen masyarakat.

“GMIT, kerja sama dengan pesantren-pesantren, kita kerja sama gereja di Nias, kita kerja sama pondok-pondok pesantren. Jadi semua komponen masyarakat dilibatkan, organisasi pemuda kita libatkan,” jelasnya.

Kegiatan Konbes XVI Fatayat NUĀ dihadiri sebanyak 34 Pengurus Wilayah dan puluhan Pengurus Cabang dari seluruh Indonesia.

Tema besar yang diusung Konbes XVI Fatayat NU adalah Rejunivasi Gerakan Perempuan di Timur Indonesia.

Sumber:

Liputan6.com, Jakarta