Partisipasi Masyarakat pada Pilgub Jateng Optimis Meningkat

0
443
Kedua narasumber yakni Wakil Syuriah PWNU Jateng M Adnan dan Komisioner KPU Jateng Diana Ariyanti didampingi pimpinan PW Fatayat NU Jateng menunjukkan cenderamata usai Sosialisasi Pilgub Jateng 2018 di Semarang, Sabtu (2/6). (fatayatnujateng.com/Nisa)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng optimis partisipasi masyarakat dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng 2018 akan meningkat. Komisioner KPU Jateng, Diana Ariyanti mengemukakan, tahapan pencoblosan yang diselenggarakan pascalebaran dianggap memiliki sisi positif.

“Masyarakat yang boro, mayoritas pulang ke tempat asalnya, sehingga berpotensi meningkatkan partisipasi pemilih,” kata Diana, pada acara Sosialisasi Pilgub Jateng 2018 yang diselenggarakan Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Jateng bekerja sama dengan KPU Jateng di Semarang, Sabtu (2/6).

Diana menyebutkan, Pilkada serentak di Jateng melibatkan 24 pasangan calon. Rinciannya, pemilihan gubernur (Pilgub) terdapat dua pasangan calon, pemilihan bupati (Pilbup) ada 17 pasangan calon dan pemilihan walikota (Pilwalkot) melibatkan lima pasangan calon. Dari seluruh kontestan tersebut, 90 persen calon adalah laki-laki, sisanya 10 persen dari kaum perempuan.

Sementara itu, dari 27 juta jumlah pemilih pada Pilgub Jateng 2018, sebanyak 68.857 di antaranya merupakan kaum difabel. Dari jumlah itu, 44 persen atau 30.262 pemilih kalangan perempuan. Selebihnya, 56 persen atau 38.595 pemilih adalah laki-laki. Jumlah pemilih difabel terbanyak ada di Kabupaten Magelang dengan 10.065 pemilih. Adapun jumlah terkecil ada di Kota Magelang, yakni 269 pemilih.

Narasumber lainnya, Wakil Syuriah PWNU Jateng, M Adnan menyatakan, praktik politik uang dalam pelaksanaan Pilkada bisa dihindari dengan memberikan pendidikan politik secara baik dan benar kepada masyarakat. Keberadaan organisasi masyarakat juga bisa dilibatkan dalam proses tersebut.

“Saya termasuk yang setuju gubernur dipilih lewat DPRD, sedangkan bupati/wali kota tetap dipilih rakyat. Alasannya selain menghemat anggaran, juga karena emosional dan antusiasme masyarakat dalam Pilbub/Pilwakot lebih tinggi dibanding Pilgub,” imbuhnya.

Sumber: https://www.suaramerdeka.com/news/baca/91668/partisipasi-pemilih-dalam-pilgub-diyakini-meningkat