Pawai budaya yang diselenggarakan TK Kartika V di Probolinggo dalam rangka HUT Kemerdekaan RI menggegerkan. Pasalnya mereka menampilkan anak-anak dengan dipersenjatai replika senjata laras panjang dan dibawa oleh anak-anak bercadar dengan seragam serba hitam, mirip para Jihadis ISIS di Timur Tengah.
Terjadi klarifikasi dari TK tersebut yang berada di bawah naungan Kodim 0820 Probolinggo bahwa hal ini menunjukkan ketidaksengajaan dan hanya memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekolah.

Fatayat NU sebagai organisasi pemudi NU menyatakan keprihatinan akan kegiatan tersebut yang seharusnya berada dalam pengawasan sekolah, penyelenggara dan penanggungjawab lembaga tersebut. Merespon kondisi seperti itu Fatayat menyampaikan hal sebagai berikut :

1. Menghimbau kepada Aparat Kepolisian untuk melakukan pengusutan pada acara tersebut mengapa panitia penyelenggara lengah membolehkan atribut kekerasan simbol yang notabene digunakan gerakan terorisme digunakan anak-anak

2. Fatayat NU meminta evaluasi secara menyeluruh tentang materi dan pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Tingkat PAUD dan TK agar tidak melenceng dari nilai-nilai keislaman yang Moderat, Tawasuth, Tawazzun, Tasamuh dan Itidal dalam transformasi baik dalam lembaga pendidikan dan masyarakat sehingga relevan dengan nilai keindonesiaan ,pancasila dan NKRI

3. Fatayat NU menghimbau kepada seluruh anggota Fatayat yang notabene tersebar mengabdi diberbagai lembaga pendidikan dasar, menengah dan tinggi untuk istiqomah menyampaikan ajaran islam rahmatan lil alamin sekaligus waspada dan berhati-hati dalam menyampaikan pembelajaran agar lembaga pendidikan tidak mudah tersusupi unsur terorisme dan radikalisme.

Jakarta, 19 Agustus 2018
Pimpinan Pusat Fatayat NU

Anggia Ermarini
Ketua Umum