SEMARANG – Sebanyak 25 kader Fatayat NU Jawa Tengah mendapatkan pelatihan bertanam secara hidroponik, Sabtu (12/10) di Hidroponik Agrofarm Bandungan Kabupaten Semarang.
Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah, Hj Tazkiyyatul Muthmainnah dalam sambutannya mengatakan, perempuan sebetulnya memiliki potensi yang besar untuk turut serta membangun ketahanan pangan di Indonesia. Diantaranya bercocok tanam. Namun rata-rata terkendala lahan. Oleh karena itulah pengetahuan sistem tanam hidroponik ini menjadi penting untuk di kenalkan kepada kader, karena sistem ini adalah sistem yang hemat lahan, hemat pupuk serta hemat air.
“Saya sangat berharap materi yang diperoleh disini akan dipraktekkan di rumah. Setidaknya dapat dimanfaatkan untuk ketahanan pangan keluarga. Makan dari apa yang ditanam. Tanam apa yang akan dimakan. Syukur-syukur bisa berkembang dalam skala yang lebih besar, hasilnya bisa masuk ke dunia usaha dan dunia industri.” Ujar Iin.
Iin menambahkan , hasil dari pertanian hidroponik tidak kalah dengan pertanian tradisional. Bahkan hasil panen bisa jauh lebih banyak dan lebih sehat.
Sementara itu Penanggung Jawab Hidroponik Agrofarm Bandungan, Benedictus Pratono mengatakan dalam pelatihan ini, peserta akan dikenalkan dengan sistem partanian modern yang mudah dikerjakan, bahkan di lahan yang sempit sekalipun, seperti teras.
“Kami akan memberikan materi baik berupa teori maupun praktik. Seperti pengenalan bertanam hidroponik, manfaat bertanam hidroponik, pengendalian hama , pengenalan alat, pembuatan material dan bahan hidroponik. Selanjutnya kita juga akan praktek, dari mulai praktek menyemai, maracik nutrisi/pupuk, serta memanen.” Ujar Dictus. (red)

Pengurus PW Fatayat NU Jawa Tengah sedang mendengarkan cara menyemai bibit tanaman dengan cara hidroponik