Semarang,
Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) di Hotel Grand Arkenso Semarang, Minggu (5/6/2022).

Rapimwil diikuti oleh pengurus Fatayat NU Jawa Tengah dan utusan 37 Pimpinqn Cabang se Jawa Tengah.

Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah, Hj. Tazkiyyatul Mutmainnah mengatakan, Rapimwil ini diselenggarakan untuk membangun sinergitas antara pimpinan cabang dan pimpinan wilayah. Sinergitas diperlukan agar dapat menyatukan gerak dan visi misi bersama terutama saat mengambil keputusan organisasi.

“Sebentar lagi PP Fatayat akan mengadakan konggres, saya ingin Fatayat NU Jateng menuangkan gagasan dan ide ide terbaiknya , untuk di bawa ke forum yang lebih besar lagi, tentu untuk kemajuan Fatayat”, kata Iin.

Iin menambahkan, banyak isu-isu strategis yang bisa kita kawal, seperti isu keorganisasian, pengkaderan, sosial, ekonomi dan sebagainya.

“Inilah pentingnya Rapim, untuk mengambil keputusan, keputusan yang tidak top down, tapi bottom up, dr bawah ke atas. Selain isu isu strategis di atas, Fatayat juga akan fokus memberikan masukan tentang keorganisasian dan rekomendasi, baik internal maupun eksternal.

Di akhir sambutan Iin mengatakan
“Ketika pandemi, kita dihadapkan pada tantangan yang semakin besar. Pandemi memberikan pelajaran pada kita, bahwa Fatayat harus lebih maksimal dalam memanfaatkan teknologi dan mudah beradaptasi. Fatayat bukan hanya harus kekinian tapi juga ke-NU-an, artinya aqidah ahlussunnah wal jama’ah harus tetap kita pertahankan” Imbuhnya.

Hadir dalam pembukaan Rapimwil, mewakili PWNU Jateng, K.H. Mundzir Labib.

Gus Labib mengatakan, NU harus hadir di berbagai lini. Fatayat yang membidangi kepemudian, harus ‘care’ , peduli terhadap pemudi, agar tidak menyimpang dan terjaga aqidahnya.

Selain aqidah, Fatayat harus konsen terhadap persoalan ekonomi, bagaimana menciptakan pemudi pemudi dengan kemandirian ekonomi yang baik.